Tuesday, April 21, 2026

Maaf Pak Sapardi

Maaf Pak Sapardi,

Aku sepertinya belum bisa mencintainya dengan sederhana

Aku tidak bisa menjadi kayu yang tak sempat mengucapkan apapun pada api

Justru akulah si api itu, yang membakar seluruh diam sehingga berkobarlah kata-kata



Maaf Pak Sapardi,

Aku sepertinya belum bisa mencintainya dengan sederhana

Aku tidak bisa menjadi awan yang tak sempat memberikan isyarat apapun

Justru aku adalah awan yang menciptakan badainya sendiri, lalu hancur karena ketiadaan



Maaf Pak Sapardi,

Sepertinya aku belum bisa mencintainya dengan sederhana

Monday, January 5, 2026

Nomor Satu

Hari ini kamu tidak disini
Tidak tahu besok, lusa, atau selamanya

Suaramu terdengar jelas di ruang sunyi busuk yang kubangun dari beton tebal bernama keras kepala
Sebuah ruang yang kukira pertahanan

Kamu membukanya pintunya perlahan, masuk dengan santun lalu duduk dipojokan yang menurutmu nyaman
Mengatur nafas dengan lembut dan mengirim sinyal aman padaku:
Aku menembus pertahananmu

Ruang sunyi busuk yang kukira benteng itu kamu tembus perlahan dengan cinta
Yang dengan bodohnya masih belum aku terima

Rasa yang kau bawa menembus batas pertahanan yang pernah pongah kubuat

Kemarin, saat kau masih disini
Tidak tahu besok, lusa, atau selamanya


Januari, 2026

Seorang pekerja kantoran kelas rendahan yang suka ngobrol.