Wednesday, May 29, 2019

Sore Itu Milikmu

Ini dia
Yang pernah peluk tak mau sudah
Dan genggam tak kunjung selesai

Apa pernah aku meminta sebelumnya?
Untuk jumpa yang tak kunjung temu
Dan kesepakatan yang tak usang disegerakan

Itu senyum apa musim gugur?
Tak satupun daun melepas isyaratnya
Tak satupun rindu kau bawa serta

Oh, mungkin kau hanya selamat tinggal
Yang tak jadi diucapkan pelukmu sore itu


Thursday, March 14, 2019

Jum'at

Rindu ini mengalir, Kekasih.
Tepat dari ujung mata menuju samuderamu.

Terimalah rindu usangku ini, Kekasih.
Takkan hentinya aku merindumu.

Sekarang, nanti, sesampainya kekal selama-lamanya.


Thursday, October 25, 2018

Seseorang Mencuri Kata "_______" Dariku.

Tadi malam sewaktu aku melipat tubuhku di ujung kursi, ada temanku yang menghampiri.
"Sedang apa kau?", tanyanya.
Kujawab sekenanya:
"Kau pikir aku sedang apa? Tak lihat kau aku sedang menekuni malam yang tak bosannya dia membawa sepi?"
Temanku menekuk mukanya, segera setelah dia sadar tak ada lagi kretek yang kupunya.
Bangsat! Batinnya.
Pertanyaan basa-basi nya kujawab sekenaku dan masih saja dia tak dapat barang sebatang kretek.

Seorang lagi menghampiriku di kursi itu.
Bukan teman bukan sahabat bahkan bukan saudara.
Mukanya ramah, rambutnya aneh semacam disisir dengan duka yang terlalu lama.
"Jika sudah, kabari aku ya. Bisa kan? Kau kan hebat. Ayolah, keburu pagi".
Bangsat! Batinku.
Pertanyaan basa-basi dan tak jelas darinya meninggalkan asap yang mengkabut di mataku. Segera setelahnya aku menghirup kretek tanpa putus sampai pagi.

Temanku dari kejauhan menghardik malam:
"Bajingan! Tadi kau bilang kau tak punya kretek!"


Wednesday, August 15, 2018

Perempuanku Tak Ada Yang Menangis

Ini berat, katamu.
Juga jalin masa lalumu, kau menambahkan.

Aku tak peduli.
Aku adalah pelukmu, kubilang.

Kau mulai tersedu dan tak berencana melepas pelukmu.

Jika kau masih ingin bersamaku, berhentilah menangis.

Perempuanku tak ada yang menangis.


Wednesday, August 8, 2018

Yang Aku Tahu Dari Ketidaktahuanku

Yang kutahu, kau adalah konstruksi kebahagiaan yang akhirnya bisa kupeluk.

Yang kutahu, kau adalah sediam-diamnya laut yang ombaknya ternyata laju.

Dan akhirnya, yang kutahu tak bisa menahanku tenggelam dalam laju ombak diammu.

Ternyata, engkau adalah dialog imajiner yang diciptakan sore itu di sudut teras pikirku.

Dan di dalamnya pun, aku tetap tak bisa menebakmu.


Sunday, June 17, 2018

Sup Rumput Laut Dan Lamunanmu

Hey, apa kabar?
Masih suka sup rumput laut?
Apakah suamimu tahu kau suka memakan sup rumput laut sembari melamun?
Seperti yang kau lakukan di mimpiku malam tadi.


Thursday, May 17, 2018

Subuh Bersamamu

Jika subuh benar-benar jatuh karena senyummu
Biarkan aku lebur dengan teduhnya

Selamanya

Selamanya

Selamanya, aku akan jatuh padamu


Seorang pekerja kantoran kelas rendahan yang suka ngobrol.