Wednesday, January 31, 2018

Menyebalkan

Aku ingin memelukmu dimana mana
Hingga semua orang yang melihatnya merasa sebal


Tuesday, January 30, 2018

Kitakah Di Ujung Subuh Itu?

Dan kita perihal luka yang tak kunjung sia-sia
Perihal dingin yang tak disegerakan kata-kata
Perihal genggam yang tak juga dihampiri iringan

Dan kita masih Subuh yang mengalun pelan lalu hilang.


Friday, January 12, 2018

Aku Lebih Suka Kau Daripada Kopi

Pernah aku engkau seduhkan kopi
Pahitnya dari kenanganmu
Manisnya dari cemburuku
Kau menyajikannya dengan khusyuk
Aku menghirupnya dengan tekun

Aku yang tak suka kopi, meminumnya dengan teliti
Mau bagaimana lagi,
Kau menemaniku ngopi sambil berkata:
"Mas, kopi ini kuseduh dengan air mata..."


Tuesday, November 28, 2017

Bekas Luka

Kau pernah bilang bahwa aku seperti penghapus.
Kau butuh aku untuk hapus itu semua masa lalumu.

Kubilang, masa lalu seperti bekas luka. Dia tak akan pernah bisa hilang. Pernah kau lihat, bekas luka hilang? Dihapus?

Sekali lagi, Sayang, yang pernah datang tak akan benar-benar bisa dilupakan.


Sunday, November 12, 2017

Apakah Tuhan Buta Nada?

Jika memang benar katamu, bahwa Tuhan tak bernada
Lalu siapa yang mencipta merdu di dalam senyummu?

Jika memang benar katamu, bahwa Tuhan buta nada
Sebuta apakah Dia, hingga mencipta rindu di diammu


Monday, September 11, 2017

Sepakatkah Kita

Aku melihat sepasang sejoli malam tadi

Yang lelaki adalah api
Yang perempuan adalah sorot mata

Mereka sedang mencari kata yang
tidak lebih menyakitkan daripada "selamat tinggal"


Monday, November 7, 2016

Lepas

Dimana lagi aku dapat menemukan ketawa seperti punyamu itu, jika kau benar-benar pergi?

Dimana lagi akan aku temukan jalan pulang, jika satu-satunya rumah tak lagi ada?

Dikira aku bisa lupa?
Enak saja!

Mungkin, aku bisa melepasmu.
Tapi ketahuilah,
Yang pernah datang, tak akan benar-benar bisa dilupakan.


Seorang pekerja kantoran kelas rendahan yang suka ngobrol.