Sunday, February 15, 2015

Ada Jelaga Di Matamu

Jelagakah itu yang ada di matamu?
Menelantarkan pandangmu?
Menggelapkan setiap pagimu?
Hingga tak bisa hilang wajah laki-laki itu?

Ini, aku punya selembar handuk,
juga semangkuk air hangat
Hapus jelaga yang ada di matamu itu
Jika kau butuh aku bantu,
aku disampingmu

Saturday, February 14, 2015

Ada Yang Salah Dalam Melupakan

Bisa apa kita jika bertahan, adalah kesalahan.
Dan melanjutkan, adalah hal yang memuakkan.

Namun ternyata,
Ada yang salah dalam melupakan.
Jika itu yang benar benar kita harapkan,
Bertaruhpun aku berani, hal itu tak akan pernah terjadi.

Ada yang salah dalam melupakan.

Wednesday, January 21, 2015

Keluarga Naga Merah Muda: Pesta Hedon dan Tambahnya Anggota Baru

Keluarga Naga Merah Muda, atau Keluarga Tang ini, kemarin malam menggelar pesta. Seperti biasa, pesta hingar bingar ini tetap disponsori oleh Kakak Long. Kebetulan Kakak Long kemarin ulang tahun. Kakak Long pada hari kemarin genap berusia 34 tahun. PANJANG UMUR UNTUK KAK LONG!!!

Adapun di markas Naga Merah Muda kemarin banyak terdapat barang baru. Seperti, papan karambol. Papan karambol pemberian Kak Long ini sebenernya hanya kedok. Papan ini sejatinya dibuat main judi. Namun ketika polisi datang, langsung kita pura pura nyelah kecik, bermain karambol. Ada juga papan panah. Ini digunakan untuk latihan ketangkasan dan ke-sadis-san. Lalu ada net badminton. Gangster juga butuh olah raga. Gangster ndak mau mati nom. Biar gesit.

Pesta yang sangat meriah dan mabuk-mabukan, main perempuan serta berjudi ini sempat terusik oleh kedatangan seorang pemuda. Jago bermain judi, terutama seven sekop dan poker. Dia datang dan menguras uang Kak Ho di meja judi. Kak Ho marah. Kak Ho menggebrak meja dengan kepalanya. Kak Ho lalu berkata: “Matikan!”. Kemudian datang Kak Yien menenangkan Kak Ho. “Sudahlah Kak, dia masih muda, semangatnya berapi api. Kita jadikan anggota saja, untuk mengurusi casino kita.” Alhasil bergabunglah Adik Wu. Penjudi kelas kakap. Dan prigel dalam segala hal. Seperti contoh, penekan pyan, ngecor cagak net badminton, dll.

Di pesta yang penuh maksiat ini Keluarga Naga Merah Muda mendapat banyak anggota keluarga baru. Kakak Chang, pengusaha berlian dan batu mulia. Tempat money laundering paling aman bagi bisnis haram Kak Ho.

Lalu kemudian datanglah Kakak Fang. Penyelundup senjata dari negeri Tiongkok dengan kedok impor handphone. Berdagang hape hanyalah topeng belaka, sejatinya dia memasok senjata untuk Kak Ho. Bekerja sama dengan Laksamana Yip untuk meloloskan semua kiriman saat pemeriksaan Bea Cukai di pelabuhan.

Kakak Won. Seorang koki. Pandai memainkan pisau dalam menggorok daging sapi. Maklum dia mantan pembunuh bayaran yang disewa Kak Ho untuk mematikan saingannya. Lalu sebagai imbalan, diberi sebuah restoran oleh Kak Ho supaya tak gemar membunuh lagi.

Nona Chun datang juga di pesta penuh hedon malam kemarin. Dia adalah penyanyi dengan ambisi luar biasa. Ditemukan Kak Ho di sebuah pub kecil yang lusuh dan usang. Kak Ho melihat ada bakat yang luar biasa, lalu Kak Ho membantu dengan cara apa saja. Seperti memukuli seorang penyiar radio agar memutarkan lagu Nona Chun seharian. Nona Chun cinlok dengan bodyguardnya, Adik Hong. Kak Ho menugaskan Adik Hong untuk menjaga Nona Chun siang dan malam, tak peduli apapun keadaan.


Beginilah Keluarga ini bertambah besar dan semakin besar. Di pesta penuh maksiat kemarin malam semua bahagia, tak ada yang tak bahagia. Jayalah Keluarga Naga Merah Muda

Tuesday, January 20, 2015

Sebuah Triad bernama Naga Merah Muda

Kartel Naga Merah Muda

Alkisah sebuah kartel triad, dibentuk oleh seorang bernama Ho. Kak Ho, begitu kita biasa memanggilnya. Tak tahu nama lengkapnya. Rumor beredar, beliau tak dilahirkan. Tahu tahu ada. Kalo dilihat fisik, tak ada patut patutnya memimpin sebuah triad. Tapi dia kebal. Kebal segalanya. Kulitnya tebal bagaikan kulit pohon pinus, tinjunya kuat bagai meriam.

Adapun para anak buah Kak Ho adalah

Kak Long. Nama panjangnya Long Bumbung, sesuai dengan body. Di kartel ini, dia mengurusi entertainment. Ketika Kak Ho ingin bersenang senang, Kak Long yg mengusahakan.

Kak Lee. Di kartel ini dia mengurusi bagian fashion daripada Kak Ho. Dibantu oleh Kak Chen, dia memegang semua bisnis sablon di daerah kekuasaan Kak Ho.

Kak Chen. Jika dilihat sekilas berbahaya. Bertatoo sak awak kebak. Tapi hatinya melankolis, terlihat pas gitaran, lagunya mellow semua. Dia mengurusi semua rumah bordil di kawasan Kak Ho. Maklom, dia pemuda sejuta kimcil.

Adik Ming. Mengurusi keuangan kartel. Bagian legal. Tak jarang melakukan praktek suap menyuap pihak berwenang demi kelancaran kartel. Dia pecandu. Pecandu sundukan brutu.

Kak Sang. Teman curhat Kak Ho. Di kartel, dia berperan penting untuk oncek oncek. Ini penting. Siapa tahu ada yang menyusup di kartel ini. Dia akan segera tahu ada penyusup karena keahliannya oncek oncek tak diragukan.

Kak Liu. Bagian media massa. Mengurusi dan mengontrol opini publik yang buruk terhadap Kak Ho. Dikarenakan dia memegang kendali publik, dia ditugasi demikian. Walaupun membuat Kak Ho terlihat bagus itu susah.

Kak Han. Bagian lain lain. Caretaker. Mengurusi segalanya. Mulai dari kurir sampai tukang pukul. Lihatlah badannya, penuh luka sayat, namun susah dibunuh.

Kak Yien. Tangan kanan Kak Ho. Sahabat sekaligus teman setia. Rumor menyebutkan, Kak Yien ini memegang semua rahasia Kak Ho. Untung dia loyal.

Adik Chao. Pemusik sekaligus mata mata dunia luar. Bermusik hanya sebagai kedok. Dikarenakan skill fotografi mumpuni, Adik Chao bertugas mengamati kartel saingan.

Adik Yang. Playboy. Bersama Kak Chen mengurusi rumah bordil dan perkimcilan. Adik Yang fokus di daerah kekuasaan Kak Ho di sebelah kulon.

Adik Qwen. Pemasok "Permen Sugus" dari Eropa. Sebutan kami untuk nar....you know lah. Sedang di PyongYang. Ini menimbulkan kecurigaan oleh Kak Ho. Apakah Qwen ini mata mata triad sebelah? Atau mata mata RPKAD?

Laksamana Yip. Polisi korup yg dibayar oleh Kak Ho untuk melancarkan bisnis haramnya. Mottonya adalah 'ada uang, abang goyang".

Adik Hwan. Mengurusi food and baverage. Penyuplai makanan dan minuman bermutu di daerah kekuasaan Kak Ho. Pemegang rahasia semua anggota triad.

Inilah sekelumit tentang Kartel Naga Merah Muda milik Kak Ho. Jika ingin bergabung, silakan mendatangi markas kami di daerah Hainan.

Tuesday, December 30, 2014

9 Penggalan Lirik Lagu Termaut

1.       “Sandiwarakah selama ini…”
Ini adalah penggalan lirik baris pertama dari lagunya Glenn Fredly yg berjudul Akhir Cerita Cinta.  Baru baris pertama saja sudah begitu. Saya gak bisa membayangkan bagaimana galaunya Mas Glenn saat itu.

2.       “You’re just like an angel, your skin makes me cry…”
Kayaknya hanya orang “gila” yang sanggup menulis bait tersebut. Lebih tepatnya hanya Thom Yorke yang bisa. Bagaimana kita bisa mengagumi wanita, sampai hanya dengan memandangi kulitnya saja kita bisa menangis?

3.       “Ooh..the wait was so worth it…”
Penggalan ini berasal dari A Beautiful Mess-nya Jason Mraz. Bagi saya, ini penggalan yg icik ehem sekali. Menunggu memang membosankan, tetapi  dengan menunggulah kita mendapatkan. Auuuuwwww….

4.       “Tear out my heart, feed it to Lions…”
Salah satu lagu favorit dari Five For Fighting berjudul Two Lights. Dengarkan saja lagunya. Sealbum sekalian, dengan judul yg sama. Sarat dengan kritik sosial.

5.       “He eo ji ji mothaneun yeoja, tteo na ga ji mothaneun namja…”
Kalo di translate ke bahasa inggris menjadi, “The Girl Who Can’t Break Up, The Boy Who Can’t Leave”. Saya baru tahu kalo Korea Selatan ada duo rap keren bernama Leessang. Saya kira cuma ada boyband-boyband lenjeh saja.

6.       I've tried so hard to tell myself that you're gone…”
Dengan suara dari mbak Amy Lee, lirik ini terdengar menjadi semakin menyakitkan. My Immortal menjadi salah satu lagu kehilangan yang paling menyedihkan menurut saya.

7.       “Fairytales don’t always have a happy ending, do they?”
Lagu putus ter’teteg’ yg pernah saya dengarkan. Dinyanykan oleh Fergie, tentunya dari Black Eyed Peas bukan Fergie yg pelatih sepak bola, Big Girls Don’t Cry menjadi salah satu favorit. Konon lagu ini tidak masuk album karena tidak cocok dengan tema, tapi tetap di paksa masuk karena valuenya yg tinggi.

8.       “Umpama tanganku dadi suwiwi, iki uga aku mesti enggal bali…”
Penggalan bait ini bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “apabila tanganku jadi sayap, pasti aku sudah pulang”. Entah apa memang Didi Kempot menyanyikan lagu ini sepenuh jiwa atau bagaimana, penggalan lirik ini menjadi mistis. Ada rasa rindu disitu, ada harapan disitu, ada gombalan juga disitu. Mistis.

9.       “Shen Chiayi…..wo shen hua ni………”
Penggalan bait diatas mungkin bukan termasuk lirik lagu. Namun kata kata tersebut berada di interlude sebuah lagu OST dari You’re The Apple Of My Eye yg berjudul Those Year. Mengapa menjadi salah satu favorit saya?  Karena bila saya mendengarkan lagu ini, saya teringat filmnya, begitu juga sebaliknya.

Monday, November 3, 2014

Mengarungi Mimpi Bersama Supernova: Gelombang

“Kell”, ia memperkenalkan diri.
“Alfa”, Aku menyambut jabat tangannya.

            Kutipan diatas Saya ambil dari sebuah novel karya Dewi “Dee” Lestari berjudul Supernova: Gelombang. Mungkin bagi yang tidak mengikuti seri-seri sebelumnya, atau yang baru membaca seri terbaru Supernova ini, kutipan diatas tidak berarti apa apa. Tapi bagi Saya, dan semua yang mengikuti seri Supernova dari tahun 2001, kutipan diatas berarti segalanya. Kutipan diatas seperti palu yang menghantam Saya keras-keras (dan Saya bersedia dihantam lagi berkali-kali ^^). Kutipan diatas menggeser paradigma pembaca setianya sejak Supernova: Akar diterbitkan 12 tahun silam. Bisa dikatakan di seri Gelombang ini, teka-teki mulai muncul ke permukaan dan mulai terpecahkan. Namun tak sedikit yang beranggapan, termasuk Saya, bahwa teka-teki baru bermunculan dan siap untuk dipecahkan. Petualangan sebenarnya baru akan dimulai.
            Supernova: Gelombang menceritakan kehidupan seorang Alfa, tokoh utama dalam novel ini, dari dia kecil waktu di kampung halamannya sampai perjalanan dia dalam pencarian, dari Amerika Serikat sampai Tibet. Dalam novel ini Dee berkosentrasi kepada Alfa sama seperti saat di Supernova: Akar berkonsentrasi kepada Bodhi, Supernova: Petir berkonsentrasi kepada Elektra, Supernova: Partikel berkonsentrasi kepada Zarah. Seperti halnya seri-seri Supernova sebelumnya, Dee membawa kita bertualang. Ya! Bagi saya, membaca Supernova adalah bertualang. Melakukan perjalanan. Gelombang berawal dari Alfa dan kampung halamannya, Sianjur Mula Mula. Di bagian Sianjur Mula Mula ini, Dee menyisipkan sedikit komedi. Bagaimana tidak, pembaca dibuat bingung dengan penamaan tokoh utama di novel ini. Seperti yang Saya dan mungkin pembaca setia Supernova tahu, tokoh utama di seri Gelombang adalah Alfa. Lalu, siapa pula itu Ichon? Saya sempat kaget dan bingung dengan ini. Malah saya pikir Alfa dan Ichon adalah orang yang berbeda. Lalu terungkaplah komedi besar ini. Dengan tersangka utama Ayah dari Alfa yang typo saat menulis nama anaknya. Niatnya mau menamai seperti penemu bola lampu pijar, Thomas Alva Edison, “Alva” disini berubah menjadi “Alfa”. Ya, Thomas Alfa Edison, kemudian dipanggil Ichon. Bagi masyarakat Batak memang biasa menamakan anaknya dengan nama yang bukan lagi unik, melainkan ajaib. Saya pernah mendapat cerita dari seorang teman yang berasal dari tanah Batak, bahwa dia punya om yang namanya Pulpen. Dan marganya Purba. Pulpen Purba. Well, tidak usah sampai membayangkan dinosaurus yang sedang tanda tangan.
            Seperti yang sudah Saya bilang sebelumnya, Gelombang adalah tentang perjalanan dan petualangan. Alfa dan keluarganya pindah dari Sianjur Mula Mula menuju Jakarta. Dee tak menceritakan banyak tentang Alfa yang ada di Jakarta. Singkat kata, Alfa kembali bertualang menuju Amerika Serikat. Di sinilah Alfa berproses, dari mulai kuliah, bekerja sambilan, sampai akhirnya bekerja di salah satu firma di Wall Street. Di Amerika Serikat pula Alfa merasakan ada yang aneh, ada yang spesial dalam tidurnya, dalam mimpinya, setelah dia akhirnya bertemu dengan dokter yang menangani masalah gangguan tidur. Ternyata masalah Alfa adalah bukan pada tidurnya, melainkan pada pada mimpinya. Nah, bagi Anda yang pernah  menonton film garapan Christopher Nolan berjudul “Inception” dan menyukainya, Anda juga bakalan menyukai perjalanan Alfa menemukan dirinya sendiri melalui alam mimpi ini.

            Menurut saya buku ini layak untuk dibaca. Alangkah baiknya juga membaca seri-seri Supernova sebelumnya agar tidak terlalu banyak pertanyaan di benak anda. Siapa itu Bintang Jatuh, siapa itu Gio, siapa itu Isthar, siapa itu Kell. Atau bagi yang tertarik silakan membaca semua seri Supernova ini sebelum semua serinya dibikin film. Kenapa? Selami dahulu semua seri Supernova, lalu bandingkan dengan filmnya yang rilis 11 Desember kemarin. Anda akan tahu jawabannya. J

Sunday, September 28, 2014

Entah Serigala, Entah Asu

Entah serigala entah asu
Mereka berkumpul sekitarku
Dari malam tadi hingga sekarang hampir pagi

Entah serigala entah asu
Kupandang satu satu
Kupandang juga diriku

Entah serigala entah asu

Seorang pekerja kantoran kelas rendahan yang suka ngobrol.